Berikut 10 kesalahan umum dalam belajar membaca pada anak (khususnya usia TK–awal SD) yang sering terjadi di rumah maupun sekolah:
1. Memaksa anak membaca sebelum siap
Setiap anak memiliki kesiapan berbeda. Paksaan justru membuat anak stres dan menolak belajar.
2. Menganggap membaca = mengeja cepat
Fokus pada kecepatan mengeja tanpa pemahaman membuat anak tidak mengerti isi bacaan.
3. Terlalu cepat naik ke kata dan kalimat
Anak belum kuat di bunyi huruf, tetapi sudah dipaksa membaca kata panjang.
4. Menggunakan metode monoton
Mengulang buku atau cara yang sama terus-menerus membuat anak bosan dan kehilangan minat.
5. Membandingkan dengan anak lain
Kalimat seperti “Temanmu sudah bisa” merusak kepercayaan diri anak.
6. Kurang membaca nyaring (dibacakan)
Anak jarang dibacakan cerita, padahal ini fondasi penting kemampuan membaca.
7. Terlalu fokus pada hasil, lupa proses
Orang tua hanya mengejar target “bisa membaca” tanpa memperhatikan kenyamanan anak.
8. Belajar dalam kondisi lelah atau tertekan
Belajar saat anak mengantuk, lapar, atau emosi negatif membuat hasil tidak optimal.
9. Mengoreksi dengan nada negatif
Sering menyalahkan atau memotong bacaan anak menurunkan motivasi belajar.
10. Mengabaikan tanda kesulitan belajar
Kesulitan membedakan huruf, bunyi, atau fokus sering dianggap malas, padahal bisa butuh pendekatan khusus.
Catatan penting:
Anak yang suka membaca akan jauh lebih berkembang dibanding anak yang dipaksa bisa membaca cepat.